Judul Buku : Irman Gusman Demi Satu Indonesia
Penulis :
Irman Gusman
Tahun Terbit : 2013
Penerbit :
Hafa Quadrant Indonesia
IRMAN
GUSMAN
DEMI
SATU INDONESIA
Buku ini merupakan biografi dari seorang tokoh nasional
Irman Gusman, Ketua DPD RI yang berusia relatif muda – termuda di antara
pimpinan lembaga negara di Indonesia saat ini.
Bersamaan dengan hari ulang tahunnya yang ke-50, tepatnya
tanggal 11 Februari 2012, Irman Gusman telah meluncurkan buku otobiografinya
yang berjudul “Jiwa Yang Merajut Nusantara”. Buku berjudul “Demi Satu
Indonesia” ini adalah versi lebih ringkas dari buku otobiografi tersebut, namun
biografi ringkas ini sekaligus juga karya up-date
dari buku terdahulu.
Irman Gusman dilahirkan di Kota Padang Panjang, Sumatra
Barat pada tanggal 11 Februari 1962, sebagai anak kedua dari 14 bersaudara buah
perkawinan Drs. H. Gusman Gaus dengan Hj. Janimar Kamili. Kedua orang tuanya
adalah keturunan saudagar emas terkenal yang berasal dari Nagari Guguak Tabek
Sarojo, sebuah nagari di kaki Gunung Singgalang, sekitar lima kilometer sebelah
selatan Kota Bukittinggi. Irman Gusman menikah dengan Liestyana Rizal pada 14
Oktober 1992. Pasangan Irman-Lies dikaruniai dua orang putri dan seorang putra.
Si Sulung, Irviandari Alestya Gusman (19 tahun). Anak kedua, Irviandra Fathan
Gusman (17 tahun). Si Bungsu Irvianjani Audreya Gusman (11 tahun).
Setelah tamat SMA di Padang, Irman meneruskan pendidikannya
ke Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (FE-UKI) hingga tamat tahun
1985. Setelah itu ia melanjutkan studi ke School of Business, University of
Bridgeport, Massachussetts, Amerika Serikat atas biaya sendiri dan meraih gelar
Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988.
Selama kuliah di UKI Irman Gusman aktif dalam organisasi
kemahasiswaan di dalam maupun di luar kampus. Ia pernah terpilih dan dipercaya
sebagai Ketua Senat Fakultas Ekonomi. Irman juga aktif di organisasi Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) dan Keluarga Mahasiswa Minang Jakarta Raya (KMM Jaya). Selama
di Amerika Irman juga aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi mahasiswa
seperti Permias (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia-Amerika), dan Liga Mahasiswa
Muslim se-Amerika. Melalui aktivitas tersebut ia dapat mengunjungi berbagai
kota dan wilayah di Amerika, seperti mengikuti Komgres Permias di Washington
D.C. serta menghadiri ceramah Menteri Ristek Prof. B.J. Habibie di New York.
Irman sering mengikuti kegiatan yang diadakan mahasiswa asing. Pengalaman
batinnya selama di Amerika dilengkapi pula dengan kesempatan kunjungan
bersejarah ke negara-negara Eropa Barat, Berlin Timur dan Uni Soviet selama
lebih kurang tiga pekan.
Usaha pertama yang dilakukan Irman sepulang dari Amerika
adalah menghidupkan industri perkayuan milik keluarganya yang sedang sekarat
dan terbelit hutang dalam jumlah yang cukup besar. Dengan kerja keras Irman
menyulap usaha tersebut menjadi eksportir kayu gergajian yang menguntungkan,
namun usahanya itu hampir tutup karena pemeintah memberlakukan larangan
eksporkayu gergajian. Setelah bertemu kembali dengan bekas dosen pembimbingnya
di FE UKI beliau melanjutkan usaha tersebut dan malah berkembang sangat pesat.
Tidak hanya usaha industri perkayuan tersebut irman juga melebarkan sayap pada
industri lain. Perusahannya bekerjasama dengan perusahaan dari Malaysia. Aktif
dalam berbagai organisasi pengusaha-pengusaha, beliau tumbuh menjadi pengusaha
yang sukses dan diperhitungkan.
Irman
Gusman juga seorang politisi non-partisipan yang merintis karier dari daerah
dan dalam waktu cepat menjadi tokoh yang menonjol di tingkat nasional. Sejak
masih menjadi pengusaha muda hingga menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah
(DPD) Republik Indonesia, ia gigih dan konsisten memperjuangkan aspirasi dan
kepentingan daerah.
Memulai kiprah politik sebagai anggota MPR Utusan Daerah
Sumatra Barat dan terpilih menjadi Ketua DPD RI dalam usia 47 tahun, Irman
Gusman tercatat sebagai tokoh nasional paling muda yang memperoleh tanda
penghargaan Bintang Mahaputra Adiprana (2010) dan warga sipil pertama yang
dinobatkan jadi Warga Kehormatan Kopassus TNI Angkatan Darat.
Irman Gusman sering mengisi kuliah umum, menjadi keynote
speaker dalam berbagai seminar atau forum dan berinterksi dengan lebih 50
perguruan tinngi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Selama menjadi
politikus kontribusi beliau dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan
daerah tidak perlu dipertanyakan lagi. Seperti keberhasilannya mengembalikan
FUD (Fraksi Utusan Daerah), kuota kursi pimpinan MPR dari FUD, pembentukan DPD
(Dewan Perwakilan Daerah), 2 komposisi pimpinan MPR dari DPD, pengadaan sidang
paripurna bagi DPD, Gedung Parlemen dari semula hanya disebut Gedung MPR/DPR
kini menjadi Gedung MPR, DPR, dan DPD.
Satu hal yang berbeda pada diri Isman Gusman adalah
kemampuannya menjaga hubungan baik dan kedekatan dengan berbagai kalangan;
politisi, birokrat, pengusaha, kalangan profesional, intelektual dan akademisi,
ulama, wartawan, budayawan, maupun kalangan aktivis berbagai organisasi sosial
kemasyarakatan; demikian pula dengan tokoh-tokoh yang saling berbeda dalam aliran
politik, agama, kepercayaan dan lain sebagainya.







0 comments:
Post a Comment