RSS

Seminar




Indonesia Moslem Fair 2014
Seminar  yang diadakan oleh DA’I FKM UNAIR
Sabtu, 18 Oktober 2014
Aula Kahuripan Lantai 3 Kampus C UNAIR

Bedah Buku dan Training Cinta
“Surat Cinta untuk Kekasih Sejatiku”

Buku karangan Ahmad Rifai Rifan menceritakan tentang bagaimana kita mengekspresikan cinta. Mengajarkan kepada kita agar tidak salah dalam mengekspresikan cinta, cinta yang seharusnya menjadi sesuatu hal yang indah bagi kita tapi bila tidak ditempatkan pada tempatnya akan membawa kita ke tindakan yang diharamkan-Nya.
Cinta terbaik adalah saat kau mencintai seseorang yang membuat akhlakmu makin indah, jiwamu makin damai, dan hatimu makin bijak. Dia tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi berupaya agar bersamamu di surga-Nya. Orang yang serius denganmu akan berupaya menjadi penegur saat taatmu luntur. Dia jadi pelipur saat semangatmu lebur. Selalu menjadi penasehat saat kau bermaksiat.
“Sejauh apa pun jarak yang terbentang di antara kita, sebesar apa pun rintangan yang hadir nantinya, jika memang jodoh, Allah punya jutaan cara untuk menyatukan kita.
Sedekat apa pun hubungan yang kita bangun saat ini, sekuat apa pun upaya kita untuk mempertahankan jalinan cinta, jika memang tak jodoh, Allah punya jutaan cara untuk memisahkan kita.”
Apa yang kita lakukan itulah yang kita dapatkan, bila kita semakin baik dalam akhlak, dalam prestasi, dan dalam ibadah, bila diri kita berkualitas, maka Tuhan kelak mengirim sosok yang sama kualitasnya dengan kita.
Terimalah apa yang ditakdirkan oleh Tuhan untukmu, siapa tahu itu yang memang terbaik untukmu, bila memang dia kelak akan membawa kemudhorotan bagimu, lupakan, tinggalkan. Tuhan mempertemukan kita dengan kekasih halal yang lain, rencana Tuhan tak pernah salah, biarkan Dia memilihkan yang terbaik bagi masa depan kita.
Masih banyak hal yang bisa kita lakukan daripada mengeluhkan hal-hal yang tak bernilai, padatkan waktu kita untuk berprestasi, melakukan hal produktif, memperluas ilmu dan memperbaiki diri, memperluas kontribusi, untuk mengejar mimpi serta prestasi, dan yang terpenting adalah untuk mendekatkan diri pada Ilahi.



Resensi Buku



Judul Buku           : Irman Gusman Demi Satu Indonesia
Penulis                 : Irman Gusman
Tahun Terbit        : 2013
Penerbit                : Hafa Quadrant Indonesia
Jumlah halaman   : 92 halaman

IRMAN GUSMAN
DEMI SATU INDONESIA
          Buku ini merupakan biografi dari seorang tokoh nasional Irman Gusman, Ketua DPD RI yang berusia relatif muda – termuda di antara pimpinan lembaga negara di Indonesia saat ini.
          Bersamaan dengan hari ulang tahunnya yang ke-50, tepatnya tanggal 11 Februari 2012, Irman Gusman telah meluncurkan buku otobiografinya yang berjudul “Jiwa Yang Merajut Nusantara”. Buku berjudul “Demi Satu Indonesia” ini adalah versi lebih ringkas dari buku otobiografi tersebut, namun biografi ringkas ini sekaligus juga karya up-date dari buku terdahulu.
          Irman Gusman dilahirkan di Kota Padang Panjang, Sumatra Barat pada tanggal 11 Februari 1962, sebagai anak kedua dari 14 bersaudara buah perkawinan Drs. H. Gusman Gaus dengan Hj. Janimar Kamili. Kedua orang tuanya adalah keturunan saudagar emas terkenal yang berasal dari Nagari Guguak Tabek Sarojo, sebuah nagari di kaki Gunung Singgalang, sekitar lima kilometer sebelah selatan Kota Bukittinggi. Irman Gusman menikah dengan Liestyana Rizal pada 14 Oktober 1992. Pasangan Irman-Lies dikaruniai dua orang putri dan seorang putra. Si Sulung, Irviandari Alestya Gusman (19 tahun). Anak kedua, Irviandra Fathan Gusman (17 tahun). Si Bungsu Irvianjani Audreya Gusman (11 tahun).
          Setelah tamat SMA di Padang, Irman meneruskan pendidikannya ke Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia (FE-UKI) hingga tamat tahun 1985. Setelah itu ia melanjutkan studi ke School of Business, University of Bridgeport, Massachussetts, Amerika Serikat atas biaya sendiri dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988.
          Selama kuliah di UKI Irman Gusman aktif dalam organisasi kemahasiswaan di dalam maupun di luar kampus. Ia pernah terpilih dan dipercaya sebagai Ketua Senat Fakultas Ekonomi. Irman juga aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Keluarga Mahasiswa Minang Jakarta Raya (KMM Jaya). Selama di Amerika Irman juga aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi mahasiswa seperti Permias (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia-Amerika), dan Liga Mahasiswa Muslim se-Amerika. Melalui aktivitas tersebut ia dapat mengunjungi berbagai kota dan wilayah di Amerika, seperti mengikuti Komgres Permias di Washington D.C. serta menghadiri ceramah Menteri Ristek Prof. B.J. Habibie di New York. Irman sering mengikuti kegiatan yang diadakan mahasiswa asing. Pengalaman batinnya selama di Amerika dilengkapi pula dengan kesempatan kunjungan bersejarah ke negara-negara Eropa Barat, Berlin Timur dan Uni Soviet selama lebih kurang tiga pekan. 
          Usaha pertama yang dilakukan Irman sepulang dari Amerika adalah menghidupkan industri perkayuan milik keluarganya yang sedang sekarat dan terbelit hutang dalam jumlah yang cukup besar. Dengan kerja keras Irman menyulap usaha tersebut menjadi eksportir kayu gergajian yang menguntungkan, namun usahanya itu hampir tutup karena pemeintah memberlakukan larangan eksporkayu gergajian. Setelah bertemu kembali dengan bekas dosen pembimbingnya di FE UKI beliau melanjutkan usaha tersebut dan malah berkembang sangat pesat. Tidak hanya usaha industri perkayuan tersebut irman juga melebarkan sayap pada industri lain. Perusahannya bekerjasama dengan perusahaan dari Malaysia. Aktif dalam berbagai organisasi pengusaha-pengusaha, beliau tumbuh menjadi pengusaha yang sukses dan diperhitungkan.
Irman Gusman juga seorang politisi non-partisipan yang merintis karier dari daerah dan dalam waktu cepat menjadi tokoh yang menonjol di tingkat nasional. Sejak masih menjadi pengusaha muda hingga menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, ia gigih dan konsisten memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah.
          Memulai kiprah politik sebagai anggota MPR Utusan Daerah Sumatra Barat dan terpilih menjadi Ketua DPD RI dalam usia 47 tahun, Irman Gusman tercatat sebagai tokoh nasional paling muda yang memperoleh tanda penghargaan Bintang Mahaputra Adiprana (2010) dan warga sipil pertama yang dinobatkan jadi Warga Kehormatan Kopassus TNI Angkatan Darat.
          Irman Gusman sering mengisi kuliah umum, menjadi keynote speaker dalam berbagai seminar atau forum dan berinterksi dengan lebih 50 perguruan tinngi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Selama menjadi politikus kontribusi beliau dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan daerah tidak perlu dipertanyakan lagi. Seperti keberhasilannya mengembalikan FUD (Fraksi Utusan Daerah), kuota kursi pimpinan MPR dari FUD, pembentukan DPD (Dewan Perwakilan Daerah), 2 komposisi pimpinan MPR dari DPD, pengadaan sidang paripurna bagi DPD, Gedung Parlemen dari semula hanya disebut Gedung MPR/DPR kini menjadi Gedung MPR, DPR, dan DPD.
          Satu hal yang berbeda pada diri Isman Gusman adalah kemampuannya menjaga hubungan baik dan kedekatan dengan berbagai kalangan; politisi, birokrat, pengusaha, kalangan profesional, intelektual dan akademisi, ulama, wartawan, budayawan, maupun kalangan aktivis berbagai organisasi sosial kemasyarakatan; demikian pula dengan tokoh-tokoh yang saling berbeda dalam aliran politik, agama, kepercayaan dan lain sebagainya.
Copyright 2009 About My Life. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates